Latest News

Daftar Travel Haji Umroh

Daftar Travel Haji Umroh

Larangan Masuk ke Masjidil Haram Tidak Benar

Larangan masuk ke masjidil haram, Para pengunjung dan jamaah umrah di Masjidil Haram membantah adanya rumor yang beredar di sejumlah media. Mereka membantah tudingan yang ditunjukkan bahwa ada larangan untuk tidak boleh masuk ke Masjidil Haram yang didasarkan kebangsaan. "Selama kami menjalankan ibadah Kami, belum mengalami kabar yang sedang beredar mengenai hal itu, tidak ada jamaah yang ditolak atas dasar kewarganegaraan dan warnanya," jelas Rasheed Al Munsawi, yang merupakan salah satu jamaah umrah asal Maroko.

Larangan Masuk ke Masjidil Haram Tidak Benar

Dia merasa, kalau rumor yang beredar mengenai larangan masuk ke masjidil haram tidak benar Mengingat, bahwa ribuan jamaah umrah dan pengunjung dapat memasuki Masjidil Haram dengan melalui banyak gerbang, apalagi sebentar lagi musim haji akan tiba dengan jumlah yang lebih banyak lagi dari pada tahun sebelumnya.

Salah satu jamaah umrah yang berasal dari Yaman, yakni Qaed Ali mengaku, larangan masuk ke masjidil haram tidak benar,tidak ada seorangpun yang menanyakan kewarganegaraan di gerbang. Senada, yang merupakan jamaah asal Mesir, yakni Abdulbari Hasaan juga mengatakan, sejak kedatangannya, ia sudah masuk dan ke luar dari berbagai pintu yang ada di Masjidil Haram.

Hassan mengatakan, bahwa fasilitas yang ada disana selalu disediakan bagi seluruh umat Islam, tidak ada pilih kasih. "Maka itu, kami belum mengalami adanya pemilahan apapun dengan berdasarkan kewarganegaraan atau sekte," ungkap Hassan.

Pendapat Hassan, sebagai petugas di Masjidil Haram pun tidak pernah memeriksa dokumen jamaah siapa saja yang lewat dan mereka hanya memeriksa tas sebagai tindakan pengamanan. Dia mengira, adanya tudingan kalau ada pemeriksaaan berdasarkan kewarganegaraan itu merupakan fitnah.

Mantan Direktur Departemen Investigasi Pidana di Makkah yakni Bridjen (Purn) Muhammad Al Minshawi menerangkan, selama shalat wajib ada ratusan ribu jamaah di Masjidil Haram. Karena itu, tidak mungkin ada sortir apalagi dilakukan atas dasar kebangsaan.

"Kerajaan Arab Saudi juga menegaskan komitmen untuk dapat menyediakan semua fasilitas dan layanan kepada seluruh jamaah umrah, termasuk dari Qatar, walau negaranya itu telah memutuskan hubungan diplomatik," kata Al Minshawi.