Latest News

Daftar Travel Haji Umroh

Daftar Travel Haji Umroh

Khutbah Rasulullah di Padang Arafah

Khutbah Rasulullah - Rasulullah SAW di dalam khutbahnya: “Sesungguhnya darah dan harta benda mu adalah haram atas kamu sebagaimana haramnya hari ini, bulan ini, di negeri ini. ingatlah! Sesungguhnya semua urusan telah gugur di bawah tapak kakiku dan darah-darah jahiliyah semuanya telah gugur. Adapun darah kita yang pertama-tama aku gugurkan adalah darah. Ustman berkata, “Darah Ibnu Rabi’ah,” sedangkan Sulaiman berkata, “Darah Rabi’ah bin Harits bin Muthalib” dan dari sebagian mereka berkata, “Dia disusukan pada Bani Sa’ad, lalu Huzail membunuhnya. Dan untuk riba jahiliyah pun telah gugur, sedangkan riba kita yang pertama-tama aku gugurkan ialah riba milik Abbas bin Abdul Muthalib, maka sesungguhnya seluruh bentuk riba telah gugur. Bertakwalah kepada Allah SWT mengenai kaum wanita, sebab kamu sekalian telah mengambil mereka dengan amanat Allah SWT. Kamu pun telah berhak atas mereka agar seseorang yang tidak engkau sukai tidak memasuki rumahmu. Apabila mereka melakukan perbuatan itu, pukullah mereka itu dengan pukulan yang tidak menderai mereka. Para istri pun berhak atas kamu, agar kamu memberikan rizki dan pakaian mereka dengan  baik. Sesungguhnyanaku telah meninggalkan sesuatu kepadamu yang mana apabila kamu berpegang teguh kepadanya, niscaya kamu tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah SWT. Kamu sekalian nantinya akan ditanya tentang diriku, lalu apa jawaban mu??”

Khutbah Rasulullah di Padang Arafah

Mereka serentak menjawab, “Kami beraksi bahwa engkau telah menyampaikan, menunaikan dan memberikan nasihat.” Di dalam khutbah Rasulullah.

Kemudian Rasulullah SAW mengangkat jari telunjuknya ke langit, lalu menunjukkannya ke arah orang banyak. Para sahabat yang hadir dalam khutbah Rasulullah yang berjumlah kurang lebih 124.000 orang. Seraya bersabda, “Ya Allah, saksikanlah! Ya Allah, saksikanlah! Ya Allah, saksikanlah!”.

Kemudian, Bilal bin Rabah adzan lalu beriqamat, Rasulullah SAW pun mendirikan shalat Zhuhur. Kemudian bilal pun beriqamat lagi, sedangkan Rasulullah mengerjakan shalat Ashar. Rasulullah SAW tidak mengerjakan apapun di antara keduanya. Selanjutnya, Rasulullah menaiki untanya al-Qushwa hingga tiba di mauqif. Kemudian, melututkan untanya dan menjadikan orang banyak yang berjalan kaki berada di hadapannya, lalu Rasulullah SAW menghadap ke arah kiblat. Rasulullah SAW terus melakukan wukuf hingga matahari terbenam dan cahaya kuningnya telah sedikit menghilang (tatkala matahari terbenam).

Usamah membonceng di belakang Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah  pun bertolak sambil mengekang tali kendali untanyaa sehingga kepalanya mengenai bagian depan pelananya. Rasulullah SAW bersabda dengan mengangkat tangan kanannya, “Tenanglah wahai manusia, setiap melewati gundukan tanah, Rasulullah SAW sedikit mengendurkan tali kekang untanya agar ia pun dapat berjalan naik. Setelah ampai di Muzdalifah, Rasulullah menjamakkan shalat maghrib dan Isya’ dengan satu kali adzan dan iqamat dua kali, “Utsman berkata, “Rasulullah tidak mengerjakan apa-apa shalat pun di antara keduanya.”

Kemudian Rasulullah SAW berbaring hingga terbitnya fajar dan Rasulullah shalat fajar hingga pagi terang. Sulaiman berkata, “Dengan satu kali adzan dan satu kali iqamat.” Kemudian, Rasulullah mengendarai al-Qushwa hingga sampai ke Masy’aril Haram, lalu Rasulullah naik ke atasnya. Utsman dan Suaiman pun berkata, “Rasulullah menghadap ke arah kiblat, seraya dengan mengucapkan  tahmid, takbir dan tahlil. “Utsman menambahkan ,”Dan kalimat tauhid.”

Saat itu pun Rasulullah tetap berwukuf hingga pagi benar-benar terang. Kemudian, Rasulullah berangkat sebelum matahari itu terbit, dengan fadlal dan Abbas seorang pemuda yang berambut cantik dan berkulit putih bersih. Pada saat Rasulullah akan berangkat, beliau melewati sekelompok wanita yang melewatinya dengan mengendarai unta. Maka Fadlan pun `memandang ke arah mereka. Namun, Rasulullah menempelkan tangannya ke muka Fadlal dan memalingkan muka dan tangan Fadlal ke arah lain, Fadlal pun sama.

Setelah sampai di lembah Mahassir, Rasulullah SAW merentas jalan yang menuju kearah Jumrah Kubra. Rasulullah mencapai jumrah di sisi tiang, kemudian meluntarinya dengan tujuh biji kerikil (batu kecil) sambil bertakbir. Selanjutnya, Rasulullah SAW pergi menuju ke Manhar, tempat penyembelihan hewan kurban, lalu menyembelih dengan kedua tangannya sendiri sebanyak 60 ekor unta dan memerintahkan Ali untuk menyembelih bakinya. Justru Ali sudah berkongsi dengan Rasulullah SAW pada hewan hadya. Lalu,  SAW memeritahkan kembali agar setiap unta diambil sepotong dagingnya untuk dimasak. maka Rasulullah SAW dan Ali memakan dagingnya dan menghirup kuahnya.

Sulaiman berkata, “Berikutnya Rasulullah SAW  menaiki kendaraannya dan bertolak menuju ke Baitullah, kemudian melaksanakan shalat Zhuhur di Makkah. Rasulullah juga mendatangi kaum Bani Abdul Muthalib yang sedang menimba air Zamzam. Rasulullah SAW bersabda, “Pergilah kamu wahai anak cucu Abdul Muthalib! Seandainya saja tidak ada rasa khawatir bahwa orang-orang akan merampas sumber air kamu, niscaya aku akan pergi bersama kamu sekalian.” Kemudian mereka pun memberikan setimba air dan Rasulullah pun minum air zamzam darinya.” (HR Abu Daud).  baca juga >>> umroh akhir ramadhan >>> umroh akhir ramadhan 2018

0 Response to "Khutbah Rasulullah di Padang Arafah"